Make Good Relations With Everyone


PROPAGANDA DAN PUBLIC RELATIONS
April 16, 2007, 5:22 am
Filed under: Main Topic

Four typical ways of conceptual and practicing communications management in public relations public relations development are press agentry (propaganda), public informations, two way asymmetrical, and two way symmetrical.- James E. Grunig.-

Dalam pengertian luas, propaganda merupakan komunikasi yang jujur dan terus terang dengan maksud menampilkan suatu sebab melalui penjelasan, persuasive atau misi dengan rasa pengabdian.

Namun dalam perkembangannya, penerapan propaganda dalam keseharian oleh pemerintah atau organisasi/institusi, sering berkonotasi negative. Ini terjadi karena praktek propaganda lebih banyak dimunculkan dalam bentuk kekerasan, teror, aksi subversive, menutupi atau mengacaukan fakta untuk pentingan mempengaruhi public.

Dalam berbagai kesempatan, pakar public relations, komunikasi dan social, Frederick E Lumley mengatakan,

“Propaganda dalam jenis apapun membangkitkan kemarahan dengan mengacaukan permasalahan. Propaganda menyebabkan hal-hal yang tidak penting seolah-olah menjadi penting. Menyebabkan hal penting seolah remeh. Menyebabkan saluran-saluran komunikasi penuh dengan hal-hal yang omong kosong. Propaganda menyebabkan masyarakat kacau”.

Public Relations memang diyakini bukan propaganda. Public Relations bukan aktivitas subversif yang menyembunyikan fakata relevan, mempublikasikan informasi palsu dan menyesatkan.

Namun, sebagai suatu salah satu bentuk, proses, aktivitas dan penerapan komunikasi dalam organisasi/pemerintahan, nyatanya sering juga menerapkan praktek propaganda dalam mencapai tujuannya (mempengaruhi opini public). Walaupun memang, prakteknya lebih banyak dalam bentuk “propaganda positif” yang tujuannya mempengaruhi opini dan bukannya mutlak memanipulasi opini.

Secara umum propaganda dilakukan dalam beberapa bentuk, di antaranya :

  1. Peniadaan kebenaran untuk memanipulasi opini public.
  2. Name calling atau pencercaan/menjelekkan nama seseorang/kelompok.
  3. Pengutipan kalimat dari tokoh ternama secara keliru, menggunakan kutipan itu di luar konteks atau diubah dengan maksud mempengaruhi public.
  4. Provokasi menimbulkan kekerasan dengan harapan pihak lawan yang akan disalahkan.
  5. Delaying strategy atau strategi menunda, dengan mengulur-mengulur waktu atau menudan penyelesaian suatu masalah dengan tujuan memperlemah kekuatan lawan.
  6. Favorable argument atau alasan menyenangkan, dilakukan propaganis dengan menyajikan fakta yang hanya mendukungnya dan sebaliknya bisa menjatuhkan lawannya.
  7. Mendramatisi sesuatu untuk menimbulkan emosi, rasa takut, prasangka dan permusuhan pada public.

4 Comments so far
Leave a comment

propaganda sama ngga dg provokasi? oon dikit! :D
btw, update lagi ya!

Comment by benbego

[...] June 5, 2008 shasha16 PROPAGANDA DAN PUBLIC RELATIONS [...]

Pingback by PROPAGANDA DAN PUBLIC RELATIONS « Shasha16’s Weblog

[...] PROPAGANDA DAN PUBLIC RELATIONS [...]

Pingback by shasha16 » Blog Archive » PROPAGANDA DAN PUBLIC RELATIONS

[...] PROPAGANDA DAN PUBLIC RELATIONS [...]

Pingback by shasha16 » Blog Archive » PROPAGANDA DAN PUBLIC RELATIONS




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>